Kapan Saya Harus Berhenti Memotret

Image credit: Jaka Santana

Kapan Saya Harus Berhenti Memotret

Suatu hari, saya pernah mendapatkan pertanyaan dari seorang teman. Dia menanyakan apakah saat itu saya masih senang memotret. Mungkin dia menanyakan hal seperti itu karena terlihat saya sedang sibuk bekerja, atau sibuk mencari pekerjaan.

Tanpa berpikir panjang, saya langsung menjawab pertanyaan teman saya itu. Tentu saja saya masih memotret. Bahkan saya belum tau kapan berhenti memotret, jawab saya.

Saya kemudian balik bertanya, apakah teman saya itu menyukai fotografi? Dia jawab tentu, namun sudah tidak memotret lagi. Dia menceritakan bahwa dulu dia pernah membeli sebuah kamera digital, namun karena mulai jarang memotret, kamera digitalnya tidak digunakan lagi.

Sayang banget, kata saya.

Saya suka banget memotret orang, beberapa tahun mendalami street photography membantu saya mencintai fotografi. SP juga membuat saya untuk tetap memotret, kapan saja.

Saya menjelaskan pada teman saya itu alasan mengapa saya terus memotret adalah, karena saya menemukan cara memotret yang bisa saya lakukan kapanpun dan dimanapun.

Saya pernah merasakan apa yang teman saya rasakan itu. Saya dulu pernah memiliki kamera DSLR, kameranya enggak mahal, bahkan hanya bisa dianggap entry level. Namun tetap saja saya tidak bisa terus-terusan membawa kamera DSLR itu kapan saja. Ada waktu di mana saya tidak membawa kamera tersebut, dan saya tidak bisa memotret.

Walaupun saya memiliki smartphone buat memotret, namun dulu saya menganggap smartphone bukanlah tool untuk memotret ‘yang benar dan serius’. Sampai pada akhirnya saya berkenalan dengan street photography, saya lebih terbuka pada fotografi, saya mulai serius memotret walaupun hanya menggunakan smartphone.

Buat orang awam, foto-foto street photographer pada awalnya sulit dimengerti, terkadang ada yang simpel, dan juga ada yang abstrak, buat yang pernah belajar dasar fotografi yang formal, mungkin foto-foto tadi dianggap menyalahi aturan.

Namun semakin mendalami apa itu SP, saya mulai mengagumi karya-karya street photographer. Salah satu fotografer yang sangat saya kagumi adalah Daido Moriyama, saya juga banyak meniru gaya fotografi beliau.

Semenjak belajar street photography, saya tidak ada alasan lagi untuk tidak memotret serius ketika sedang tidak memiliki DSLR. Semenjak itu pula saya sulit untuk menjawab pertanyaan kapan saya harus berhenti memotret.

 

Related Posts