Mudik Lebaran 2016 yang Fenomenal

Pada lebaran tahun 2016 ini saya mudik bersama keluarga ke kampung halaman Istri, yaitu di Magelang, Jawa Tengah. Pengalaman buruk mudik sebelumnya ketika liburan panjang tahun baru 2016, sedikitnya sudah kami antisipasi pada mudik Lebaran tahun 2016 ini. Kami mempersiapkan beberapa hal seperti menyiapkan tas-tas kecil yang berisi baju tambahan untuk keperluan tidak terduga supaya kami tidak membongkar-bongkar isi tas di bagasi. Kami juga sudah menyiapkan smartphone dengan tambahan daya Dari Powerbank untuk mengetahui kondisi lalu lintas.

Kalau di mudik awal tahun kami tidak menyiapkan peta dan waze (aplikasi penunjuk jalan yang sangat populer), pada mudik lebaran kali ini kami sudah menyiapkannya, smartphone tersedia untuk terhubung dengan Internet kapan saja, kami juga menyiapkan peta Offline yang sudah diunduh sebelumnya. Apabila Internet tidak digunakan lagi, langsung saya matikan koneksi Internetnya, atau berpindah ke airplae mode. Hal tersebut sangat membantu kami dalam melakukan perjalanan dari Bekasi hingga Cirebon. Namun nampaknya kami masih kurang jeli membaca peta, karena kemacetan parah baru dimulai semenjak masuk Brebes.

Macet di Brebes dan Tegal

Kita ketahui bersama, kemacetan parah Mudik tahun 2016 ini terjadi di kota Brebes dan Tegal. Walaupun kemacetan tidak hanya terjadi di Brebes dan Tegal, namun dampak kemacetan yang cukup fenomenal terjadi di daerah tersebut, yaitu jatuh korban meninggal sebanyak 12 orang, hampir semuanya meninggal karena keracunan gas kendaraan. Kami sekeluarga terjebak di kota Brebes dari Sahur ke Sahur esok harinya, artinya hampir lebih dari 24 jam kami berada di Brebes karena kemacetan.

Kenapa bisa terjadi kemacetan seperti itu? Dahulu sebelum tol Cipali rampung, kemacetan parah terjadi di Indaramayu. Kemudian setelah tol Cipali selesai, kemacetan parah terjadi di pintu keluar Tol Pejagan, yaitu di perbatasan Cirebon dan Brebes, karena di pintu keluar tol pejagan ada dua jalur, yaitu ke arah Tegal dan Purwokerto, maka kemacetan lebih mudah diurai menurut pendapat saya.

Tol baru di pintu keluar Brebes memiliki masalah baru, yaitu orang-orang yang hendak ke Pemalang, Pekalongan, dan sekitarnya juga masuk ke Tol Brebes Timur, dan karena sebelumnya belum ada kejadian yang fenomenal seperti tahun ini, maka orang-orang yang hendak ke Jawa Tengah, Timur dan Ke arah Indonesia bagian timur tidak ada yang menghindari jalur Pantura Brebes dan Tegal, sehingga penumpukan kendaraan yang parah terjadi di sepanjang kota Brebes dan Tegal.

Padahal tahun lalu kemacetan tidak separah Lebaran 2016 ini, walau terjadi kemacetan, kendaraan masih bisa berjalan, alas tidak macet total hingga kendaraan berhenti lama. Lalu kenapa tahun ini bisa parah banget? Padahal juga di Jalur Pantura sudah diselesaikan tol Cipali dan Tol Brebes Timur. Menurut menteri Perhubungan, pemudik setiap tahun bertambah, kendaraan roda empat dan dua juga bertambah, hanya jalur jalannya yang tidak bertambah, sehingga kemacetan panjang bisa terjadi.

Kemacetan di kota Brebes dan Tegal diperparah dengan kelangkaan bensin premium dan pertamax di hampir setiap SPBU di jalur pantura. Untungnya mobil yang kami bawa menggunakan solar, sehingga kami tidak mengalami kesulitan bahan bakar.

Tidur, Mandi dan Sahur di Kantor Bupati Brebes

Setelah perjalanan yang sangat melelahkan di Kecamatan Bulakamba (Termasuk di dalam Kabupaten Brebes) yang memakan waktu hampir seharian, akhirnya kami memutuskan untuk istirahat tidur, mandi dan sahur di Kantor Bupati Brebes. Nampaknya hampir semua area di Brebes dijadikan rest area, kami juga sebelumnya tidak kepikiran kalau kantor Bupati-pun dijadikan rest area, sampai ada petugas yang mengarahkan kami masuk, sebelumnya kami pikir itu jalur alternatif, mungkin karena kami sudah terlalu lelah.

Saat mudik dan suasana yang kacau setelah macet panjang, membuat kami tidak melihat tempat untuk istirahat, melihat lantai keramik yang lumayan bersih saja terlihat seperti kasur di rumah, bahkan sarungpun serasa bantal rumah. Akhirnya kami bisa tidur dan meluruskan badan yang sudah sekitar 24 jam lebih di mobil. Tak lupa kami juga membersihkan badan di sana.

Setelah merasa segar kembali, kami mulai melanjutkan perjalanan, tapi jalanan masih padat merayap hingga keluar Kota Tegal. Baru setelah melewati kota Pemalang, jalanan mulai lancar kembali.

AC yang Dimatikan dan Rem yang Sempat Blong

Karena mobil yang kami naiki cukup berumur, jadi kadang-kadang kalau suhu mobil mulai panas, Bapak akhirnya mematikan AC, dan kami bergerah ria dengan hanya mengandalkan angin dari luar, kalau lagi jalan sih enak, anginnya kenceng, masalahnya macetnya bikin mobil sampai berhenti, dan Bapak juga akhirnya mematikan mesin beberapa kali.

Cobaan itu enggak berhenti sampai di situ, tiba-tiba rem mobil blong setelah kami mengisi solar. Bapak cuman bisa jalan di gigi terendah biar mobil berhenti karena engine brake. Untungnya keadaan macet, soalnya kalau ngebut, otomatis mobil enggak bisa direm. Kami semua panik dan cuman bisa berdoa. Kejadian rem blong ini berlangsung cukup lama, pas hampir sore—saat itu kami masih berada di Kecamatan Bulakamba (Brebes), tiba-tiba remnya kembali berfungsi, kalau kata Bapak sih rejeki anak soleh.


Jujur saja saya sendiri tidak menyangka bakal terjadi macet parah di pintu keluar tol Brebes Timur (belakangan orang menyebutnya sebagai Brexit atau Brebes Exit). Kami juga tidak bisa putar balik dan belok ke arah purwokerto karena minimnya informasi di jalan, karena kami menghindari penggunaan Internet yang boros. Kalau melihat peta, jalur selatan Purwokerto-Magelang terlihat kemacetan tidak panjang, tapi Bapak tidak mau mengambil risiko terjebak macet dan jadi menambah waktu perjalanan mudik.

Kemacetan panjang memang selalu menjadi seni perjalanan mudik Lebaran dari tahun ke tahun, memang selain penambahan tol, belum ada solusi nyata yang bisa langsung menyelesaikan permasalahan macet mudik Lebaran, karena tiap tahun jumlah kendaraan bertambah, jumlah pekerja di Jakarta dan Jawa Barat juga bertambah, padahal jalan tidak ditambah jalurnya.

Kalau menurut kabar, tahun 2018 akan selesai jalur tol Brebes Timur-Kendal, kalau ini terealisasi, Brebes dan Tegal kemungkinan lancar, tapi kemacetan berpindah, lebih maju lagi, kemungkinan di antara Kendal-Semarang. Kita nikmati saja, perjalanan Mudik di tahun-tahun berikutnya, karena setelah sampai di kampung halaman dan bertemu saudara, rasa lelah dan penat di perjalanan langsung hilang, apalagi kalau di kampung halaman sudah disediakan masakan kesukaan kita.

 

Related Posts