Setelah Beberapa Bulan Memotret Menggunakan Smartphone

Pada awal tahun 2016 ini saya sudah meniatkan untuk fokus memotret menggunakan smartphone. Hasilnya? Menyenangkan, memotret bagi saya tetaplah menyenangkan apapun medianya. Beberapa hasil foto yang saya ambil menggunakan smartphone bisa dilihat di web proyek foto saya yaitu di alamat jakartasalaryman.tumblr.com.

Selama memotret menggunakan smartphone itulah saya merasakan ada hal-hal yang menjadi hambatan dan ada keuntungan tersendiri memotret menggunakan smartphone. Tapi supaya kamu yang baru terjun di mobile photography lebih paham mengenai kesulitannya, maka saya akan jelaskan terlebih dahulu kesulitan-kesulitan saat memotret menggunakan smartphone.

Kesulitan Mobile Photography

Perlu diketahui sebelumnya saya menggunakan iPhone 5 untuk memotret, bagi pengguna iPhone 3GS, 4, 4s, 5s, 5c, 6 dan SE masih kurang lebih sama fitur dan cara penggunaannya untuk memotret, tapi untuk smartphone yang lain mungkin fitur yang saya jelaskan agak berbeda, tapi saya kira kekurangan/kesulitan ini cukup umum terjadi pada mobile photography. Apa sih kesulitannya? Ada beberapa hal yang bisa saya jelaskan di sini.

1. Daya Tahan Baterai yang Payah

Menurut saya ini yang terpenting dalam memotret, yaitu kekuatan bertahannya daya baterai kamera. Hal yang menyedihkan dari smartphone, khususnya smartphone saya adalah daya tahan baterainya. Dalam penggunaan biasa saja dalam seharian saya hampir bisa dua kali mengisi daya. Apalagi kalau dipakai untuk memotret seharian penuh, bisa-bisa saya melakukan isi daya lebih dari sekali dalam sehari.

Kalau saya memaksakan aplikasi kamera tetap terbuka, itu bisa jadi blunder juga, karena semakin lama saya membuka aplikasi kamera, baterai smartphone makin cepat habis. Apalagi kalau sedang terhubung dengan Internet, untungnya pada iPhone terdapat shortcut dari layar terkunci untuk langsung membuka aplikasi kamera bawaan. Saya sendiri sering menggunakan aplikasi bawaan untuk momen yang saya pikir bakal cepat berlalu. Untuk memotret yang butuh ketenangan, saya biasanya menggunakan aplikasi kamera untuk iOs yaitu Manual.

Sebagai cara untuk mengatasi baterai yang lemah adalah, saya menggunakan airplane mode, mode ini akan mematikan radio wifi, gsm, dan bluetooth pada smartphone, dan ini memberikan kemampuan baterai yang lebih ketika memotret. Cara yang lain untuk mengatasi masalah kekurangan daya adalah dengan menyiapkan tambahan daya portable (powerbank). Saya sendiri memang menyiapkan powerbank apalagi ketika sedang melakukan perjalanan, atau sedang liburan. Ini mencegah supaya pikiran tidak stress ketika tidak menemukan colokan listrik saat liburan.

2. Menjadi Perhatian Banyak Orang

Siapa bilang memotret menggunakan smartphone kamu jadi seperti ninja? Bisa memotret orang dengan sesuka hatinya tanpa terlihat. Saya pikir masih banyak orang yang tidak nyaman kalau dipotret di tempat umum, apalagi dengan menggunakan kamera smartphone (Kecuali turis, tentunya).

Apalagi karena tidak adanya viewfinder pada smartphone, orang menjadi seperti dilecehkan dengan cara pengambilan gambar dengan menggunakan smartphone. Beberapa orang yang saya potret secara langsung merasa ‘sedikit’ terintimidasi, oleh karena itu kalau saya tidak minta izin, saya tidak akan memotretnya secara langsung.

Untuk menghindari suasana awkward seperti itu, saya biasanya memotret dengan mengira-ngira eksposure dan fokusnya dan tinggal jepret tanpa melihat keseluruhan LCD, ini jadi semacam keuntungan memotret menggunakan smartphone. Cara ini juga saya gunakan pada waktu memotret menggunakan Olympus XA4, enaknya kalo XA4 ini menggunakan zone focussing, sehingga fokus tetep aman tinggal mengira-ngira jarak saja. Akan saya jelaskan lebih lanjut soal memotret ‘mengira-ngira’ ini pada tulisan selanjutnya.

3. Tidak Ada Tombol Shutter Fisik

Inilah yang menjadi kesulitan saya memotret orang yang dinamis menggunakan smartphone. Buat pengguna kamera konvensional seperti saya ini, kehilangan tombol fisik merupakan sebuah gangguan kecil yang sedikit menghambat proses memotret. Karena terkadang saat saya sudah merasa menyentuh tombol shutter pada layar, ternyata foto belum terambil, hal itu bisa terjadi karena jari saya yang basah atau saya tidak menekan di area yang tepat di LCD smartphonenya.

Sebenarnya ini bisa diakali, caranya dengan menekan tombol volume di iPhone atau tombol volume di headset iPhone yang ada tombol volumenya. Tetapi ketika saya menekan tombol volume menggunakan tangan kanan (posisi smartphone diputar 360°), kadang tangan saya menutupi kamera yang letaknya agak kebawah.


Saya pikir itu beberapa kesulitan memotret menggunakan smartphone yang menurut saya cukup penting dalam pengambilan gambar, tapi tentu saja kekurangan atau kesulitan-kesulitan tersebut bisa dihadapi dengan solusi-solusi yang saya berikan. Saya juga menuliskan tips memotret dengan smartphone ketika melakukan perjalanan, tips tersebut bisa diterapkan dengan menggunakan tipe smartphone apapun (semoga saja)

Keuntungan Memotret Menggunakan Smartphone

Hal yang paling menyenangkan ketika melakukan perjalanan atau liburan adalah mengabadikan moment perjalanan dan liburan kita, dengan mengurangi beban bawaan saya, saya jadi lebih bisa menikmati liburan itu sendiri, dan tidak ‘kelelahan’ karena mengalungkan kamera DSLR yang lumayan berat, bahkan karena butuh pengaman, tambahan tas kamera justru kadang mengganggu saya. Itulah untungnya membawa kamera kecil atau kamera smartphone.

Saya sendiri memilih iPhone 5 karena ukurannya yang kecil dibandingkan rata-rata smartphone flagship yang ada saat ini. Dengan kecilnya ukuran smartphone saya, lebih memudahkan ketika melakukan pengambilan gambar secara diam-diam.

Bagaimana dengan Kualitas Kamera Smartphone?

Pada tahun 2016 ini kualitas pemrosesan gambar oleh kamera smartphone sudah sangat mumpuni, bahkan beberapa orang kadang keliru membedakan hasil foto kamera smartphone dengan hasil kamera DSLR, mirrorless dan kamera poket.

Bahkan aplikasi post-process foto pada smartphone sudah sangat bagus juga, saya sendiri biasa hanya menggunakan aplikasi VSCO. Bahkan aplikasi smartphone seperti Adobe Lightroom Mobile sudah bisa memproses RAW.

Lalu apa sebenarnya yang membedakan kualitas foto itu? Tentu saja penggunanya dan waktu yang tepat. Orang dengan teknik fotografi dan moment yang tepat bisa mengalahkan hasil foto DSRL dan mirrorless. Oleh karena itu yang masih merasa hasil fotonya kurang bagus, maka jangan langsung menyalahkan gear kamu. Mungkin kamu yang kurang mendalami teknik, atau hanya waktunya yang kurang tepat saat memotret.

Keuntungan memotret menggunakan smartphone adalah saya jadi bisa lebih menikmati perjalanan, terkadang tidak memotret lebih baik daripada menyia-nyiakan momen berharga bersama keluarga dengan sibuk memotret. Atau lebih buruknya lagi sibuk dengan smartphone untuk mengecek update social media, email atau hal lainnya yang mengganggu waktu kamu dengan keluarga.

Semoga bermanfaat.

 

Related Posts