Tips Fotografi dengan Smartphone Ketika Melakukan Perjalanan

Setelah saya melakukan perjalanan mudik liburan panjang Tahun baru 2016 dan mudik Lebaran bulan Juli 2016 kemaren, saya jadi kepikiran untuk menulis tips fotografi atau sinematografi saat melakukan perjalanan dengan menggunakan smartphone. Tips ini saya praktikkan sendiri, dan saya berhasil mendokumentasikan perjalanan saya dan keluarga selama di perjalanan dengan menggunakan penghematan penggunaan baterai smartphonenya. Dan saya juga tetap bisa menikmati perjalan dan liburan itu sendiri.

Kenapa smartphone? Karena saat ini smartphone sudah sangat mumpuni untuk memotret bahkan untuk merekam video. Ukurannya yang kecil dan simpel juga menjadi pertimbangan supaya saya supaya tidak kewalahan saat membawa barang-barang ketika melakukan perjalanan, sehingga saya bisa lebih menikmati perjalanan itu sendiri.

Jauhi Internet

Faktor terbesar yang menyebabkan baterai smartphone cepet habis adalah terhubung dengan Internet, terutama saat di jaringan 3G bahkan bisa lebih boros lagi di jaringan 4G atau LTE. Jadi terhubunglah dengan Internet hanya sesekali, misalnya ketika membutuhkan informasi Lalu lintas di Waze atau aplikasi navigasi lainnya. Untuk menghubungi seseorang, gunakan telepon dan sms saja.

Saat ini melakukan charging di mobil juga sudah bisa dilakukan dengan tambahan alat untuk mengisi daya di mobil, apabila mudik pribadi mungkin tidak jadi masalah, tapi kalau penumpangnya banyak, saya sarankan menyediakan powerbank sendiri. Saya sendiri menyiapkan powerbank yang sudah terisi—tentunya, karena handphone saya sendiri berkapasitas di bawah 2000mah. Apalagi kalau perjalanan kamu memakan waktu hingga 48 jam atau lebih seperti pengalaman saya di mudik lebaran 2016.

1. Tips Memilih Powerbank

Pilihlah powerbank yang sesuai dengan kebutuhan, misal kamu hanya butuh untuk diri sendiri, 5000mah sudah cukup sebagai tambahan daya sementara. Namun apabila untuk keperluan beberapa orang, cari yang ukuran dayanya lebih besar lagi, minimal dua kali lipatnya. Powerbank saat ini sangat banyak modelnya dan sangat mudah ditemukan.

Harga yang mahal tapi fiturnya lebih banyak itu lebih baik daripada smartphone anda menjadi rusak. Pada beberapa smartphone memiliki kecocokan yang berbeda terhadap powerbank, jadi kalau mau sedikit ribet, masuklah ke forum smartphone, biasanya banyak bahasan dan review kecocokan terhadap powerbank tertentu. Saran saya cari yang ada fitur auto cut daya apabile smartphone sudah di-charge sampai 100%.

2. Tips Menggunakan Aplikasi Navigasi

Saya menginstall tiga aplikasi navigasi pada smartphone saya, yaitu Google Maps, Here Maps, dan Waze. Ketiganya memiliki fungsi masing-masing. Misalnya Here Maps saya gunakan untuk melihat peta dan tracking GPS tanpa menggunakan Internet, karena sudah saya unduh offline maps-nya terlebih dahulu. Sebenarnya Google Maps juga bisa menyimpan offline maps, hanya sayang ukuran filenya sangat besar apabila saya menyimpan peta Bekasi hingga Magelang.

Google maps dan Waze saya gunakan untuk melihat kondisi lalu lintas jalan di depan, bedanya kalau Waze bisa melakukan diskusi atau ngobrol dengan pengguna Waze lainnya sehingga kita bisa tau penyebab kemacetan dan rekomendasi perjalanan dari pengguna Waze yang lain.

Apabila sudah benar-benar selesai menggunakan ketiga aplikasi tersebut, saran saya untuk menutupnya ketimbang hanya pindah ke aplikasi lain, karena walau Internet mati, tapi mode GPS dari aplikasi tersebut bisa tetap berjalan, sehingga memakan dengan rakus baterai smartphone kita. Kalau engga mau ribet seperti yang saya bilang, kamu bisa langsung menggunakan airplane mode.

Nikmati Perjalananmu

Pengalaman saya menggunakan iPhone 5 saat mudik lebaran 2016 yang fenomenal, saya hanya berbekal powerbank berkapasitas sebesar 4000mah, namun dengan pemakaian yang efisien, alias saya langsung mengaktifkan airplane mode begitu Internet tidak digunakan lagi, saya bisa melalui perjalanan 48 jam dan baterai handphone masih tersisa di akhir perjalanan.

Dengan airplane mode, saya masih bisa mengambil foto dan bahkan merekam video sesekali menggunakan aplikasi Filmic Pro selama perjalanan, walau handphone menjadi panas, tapi tidak seboros kalau terhubung dengan Internet.

Melakukan perjalanan tanpa mengaktifkan Internet membuat saya lebih fokus untuk siap-siap memotret atau merekam video karena terkadang moment yang menarik tidak terjadi berkali-kali. Saya juga jadi lebih menikmati perjalanan, dan siap siaga kalau-kalau Bapak butuh bantuan liat peta atau kondisi lalu lintas, bahkan juga siap-siap kalau Bapak butuh diganti menyupir atau dipijat.

Waktu yang Bagus Untuk Mengambil Gambar

Waktu yang paling bagus untuk memotret atau mengambil video, menurut saya tentu saja saat golden hour. Kalau di pulau Jawa atau Waktu Indonesia Bagian Barat, waktu tersebut adalah sekitar pukul 6-9 pagi, dan 3-5 sore. Pada waktu tersebut posisi matahari akan memberikan efek cahaya yang tidak kurang maupun tidak lebih dan menciptakan bayangan yang jelas, bahkan kalau mau memotret backlight, atau posisi objek membelakangi matahari, dengan teknik tertentu akan menghasilkan gambar yang bagus.

Pada beberapa daerah mungkin waktu golden hour ini berbeda-beda, untuk mempermudah, ada aplikasi smartphone yang membantu mengetahui waktu tersebut sesuai dengan lokasi kita saat itu. Kamu tinggal lihat reviewnya di Internet karena ada aplikasi yang gratis atau berbayar, padahal fungsinya cukup sama.

Tapi sebenarnya memotret kapanpun juga tak masalah, karena terkadang moment menarik itu muncul di luar waktu golden hour tersebut. Bahkan memotret pada siang terik juga tak masalah, Hanya saja bermain dengan bayangan akan menciptakan kesan yang kuat pada gambar. Saya sendiri termasuk penggemar foto yang bermain dengan bayangan, sehingga pada foto-foto saya, cukup banyak foto yang ada unsur bayangan di dalamnya.

 

Related Posts